MIU Login

Dosen Teknik Arsitektur UIN Malang Paparkan Disertasi tentang Warisan Hunian Indis di Seminar Hasil Program Doktor UB

Malang – Dosen Program Studi Teknik Arsitektur UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Aldrin Yusuf Firmansyah, M.T., mempresentasikan hasil penelitian disertasinya dalam Seminar Hasil Penelitian Program Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Brawijaya yang digelar pada Rabu (15/07/2026), di Ruang Hybrid Lantai 1 Gedung A Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya, Malang. Seminar hasil merupakan salah satu tahapan akademik dalam penyelesaian studi doktor sebelum memasuki ujian kelayakan dan ujian akhir disertasi.

Dalam seminar tersebut, Aldrin mengangkat penelitian berjudul “Pemodelan Teori Warisan Budaya Bentuk Hunian Indis di Kampung Kayutangan Kota Malang sebagai Identitas Bersama.” Penelitian ini menyoroti pentingnya pelestarian karakter arsitektur hunian bergaya Indis di kawasan bersejarah Kampung Kayutangan sebagai bagian dari identitas kolektif masyarakat Kota Malang. Melalui pendekatan multidisipliner, riset ini berupaya menyusun model teoretis yang dapat menjadi landasan pengembangan kebijakan pelestarian kawasan cagar budaya sekaligus memperkuat identitas kota di tengah dinamika pembangunan.
Proses akademik tersebut dibimbing oleh Prof. Ir. Antariksa, M.Eng., Ph.D. selaku Promotor, didampingi Prof. Dr. Ir. Surjono, MTP sebagai Ko-Promotor I, serta Abdul Ghofar, S.E., M.Si., DBA., Ak. sebagai Ko-Promotor II. Ketiga pembimbing memberikan berbagai masukan ilmiah guna memperkuat kerangka teori, metodologi, hingga kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu lingkungan dan arsitektur.

Keikutsertaan Aldrin Yusuf Firmansyah dalam tahapan seminar hasil ini menjadi salah satu wujud komitmen dosen Program Studi Teknik Arsitektur UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam meningkatkan kapasitas akademik dan menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta pelestarian warisan budaya Indonesia. Diharapkan, hasil penelitian tersebut dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah, akademisi, maupun praktisi dalam merumuskan strategi pelestarian kawasan bersejarah yang adaptif, berkelanjutan, dan tetap menjaga identitas lokal.

 

Berita Terkait

Penelitian Terbaru