Malang – Tim Kurikulum Program Studi Teknik Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memulai proses Penyusunan Kurikulum Tahun 2026 yang dilaksanakan di Ruang Majelis pada Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam merancang kurikulum yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia profesi arsitektur.
Penyusunan Kurikulum 2026 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan program studi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Proses ini dilakukan melalui pembahasan berbagai aspek kurikulum, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur kurikulum, hingga relevansi mata kuliah dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan pemangku kepentingan.

Dalam forum tersebut, Tim Kurikulum melakukan penelaahan terhadap implementasi Kurikulum 2022 sebagai bahan evaluasi dan dasar penyusunan kurikulum yang baru. Berbagai masukan dan hasil evaluasi dibahas untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperkuat maupun disesuaikan agar proses pembelajaran semakin efektif dan relevan dengan tantangan masa depan.
Selain itu, penyusunan kurikulum juga mempertimbangkan berbagai perkembangan strategis di bidang pendidikan tinggi, termasuk penguatan pembelajaran berbasis luaran (Outcome-Based Education/OBE), perkembangan teknologi digital, isu keberlanjutan (sustainability), serta kebutuhan kompetensi lulusan di dunia kerja dan profesi arsitektur.

Kegiatan ini menjadi tahap awal dari rangkaian penyusunan Kurikulum 2026 yang akan dilanjutkan dengan pembahasan yang lebih mendalam serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti dosen, praktisi, alumni, pengguna lulusan, dan mitra profesi. Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang responsif terhadap perubahan serta selaras dengan standar pendidikan tinggi dan kebutuhan masyarakat.
Melalui penyusunan Kurikulum 2026, Program Studi Teknik Arsitektur UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas. Kurikulum yang disusun diharapkan mampu mendukung terciptanya lulusan yang kompeten, inovatif, berintegritas, serta siap menghadapi dinamika dunia arsitektur di tingkat nasional maupun internasional.





