Kuliah Lapangan Teknologi Bangunan 1 Program Studi Arsitektur UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dilaksanakan pada tanggal 19 April 2026 di Perum Griya Permata Alam Karangploso menjadi bagian penting dalam pembelajaran mahasiswa. Kegiatan ini didampingi langsung oleh dosen pengampu matakuliah teknologi bangunan 1 kelas G, yaitu Bapak Angga Perdana, M.Ars. Kegiatan ini juga dirancang untuk menghubungkan konsep perancangan arsitektur dengan realitas konstruksi di lapangan. Mahasiswa Arsitektur diperkenalkan pada dasar-dasar konstruksi bangunan sederhana yang menjadi fondasi dalam proses desain dan pembangunan. Mereka mempelajari berbagai jenis material yang umum digunakan dalam bangunan hunian 1–2 lantai. Selain itu, mahasiswa juga memahami bagaimana teknik konstruksi memengaruhi kualitas dan ketahanan bangunan. Pembelajaran ini memberikan pengalaman nyata yang melengkapi teori yang telah dipelajari di ruang kelas. Dengan pendekatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan aspek desain dan teknis dalam perancangan arsitektur.

Pada kegiatan ini, mahasiswa melakukan praktikum teknik masonry yang mencakup penggunaan bata merah dan bata ringan. Mereka diajarkan cara menyusun bata dengan benar serta memahami perbedaan karakteristik masing-masing material. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari teknik konstruksi beton bertulang, mulai dari pembuatan tulangan hingga proses bekisting. Proses pencampuran adukan beton dengan mutu yang sesuai juga menjadi bagian penting dalam praktikum ini. Melalui pengalaman langsung, mahasiswa dapat melihat bagaimana kualitas pekerjaan sangat dipengaruhi oleh ketelitian dan teknik yang digunakan. Tidak hanya itu, mereka juga dikenalkan pada konsep struktur rigid frame beton bertulang. Struktur ini merupakan salah satu sistem yang umum digunakan pada bangunan sederhana 1–2 lantai karena kekuatannya dalam menahan beban.

Selain konstruksi beton, mahasiswa juga mendapatkan pengenalan mengenai konstruksi baja untuk bangunan sederhana. Materi yang diberikan meliputi penggunaan kuda-kuda baja ringan serta konstruksi besi hollow yang sering digunakan dalam pembangunan rumah modern. Mahasiswa diajak untuk memahami kelebihan dan kekurangan material baja dibandingkan dengan material lainnya. Pembelajaran ini diikuti oleh mahasiswa tahun pertama angkatan 2025 yang sangat antusias dalam mengikuti setiap sesi kegiatan. Mereka tidak hanya mengamati, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengerjaan di lapangan. Pengalaman ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan, memegang, serta mempraktikkan teori yang telah dipelajari sebelumnya. Dengan adanya kuliah lapangan ini, diharapkan mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang konstruksi dan struktur bangunan sederhana. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bekal awal yang penting dalam membentuk keterampilan teknis dan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja di bidang konstruksi.





