Mahasiswa Program Studi Arsitektur UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan survey bangunan kos tiga lantai sebagai bagian dari matakuliah Teknologi Bangunan 1. Kegiatan ini berlangsung pada pekan ke-7 perkuliahan sebagai bentuk pembelajaran berbasis praktik di lapangan. Survey ini dilakukan untuk mengkaji secara langsung sistem struktur, finishing, dan utilitas pada bangunan hunian vertikal sederhana. Para mahasiswa terlibat aktif dalam proses pengamatan dengan bimbingan dosen pengampu Andi Baso Mappaturi, M.T., HDII. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu bangunan kos yang berada di wilayah Kota Malang. Mahasiswa mengumpulkan data melalui observasi langsung, pengukuran, serta dokumentasi visual. Dengan pendekatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami kondisi nyata konstruksi bangunan di lapangan.

Dalam pelaksanaan survey, mahasiswa mengamati berbagai aspek penting yang menjadi fokus utama pembelajaran. Mereka mempelajari sistem struktur bangunan, mulai dari pondasi hingga elemen penopang seperti kolom dan balok. Selain itu, aspek finishing juga menjadi perhatian, termasuk material dinding, lantai, dan plafon yang digunakan. Mahasiswa turut meninjau sistem utilitas bangunan seperti instalasi listrik, sistem air bersih, dan pembuangan air limbah. Setiap temuan dicatat secara sistematis untuk dianalisis lebih lanjut. Kegiatan ini dilakukan dengan proses pengamatan lebih efektif dan terarah. Hasil survey nantinya akan menjadi bahan diskusi dalam kegiatan perkuliahan di kelas.

Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami penerapan teknologi bangunan secara nyata. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat bagaimana konsep tersebut diaplikasikan pada bangunan kos tiga lantai. Selain meningkatkan pemahaman teknis, kegiatan ini juga melatih kemampuan kerja sama dan komunikasi dalam tim. Hasil dari survey akan dipresentasikan sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik. Diskusi antar kelompok diharapkan mampu memperkaya sudut pandang dan wawasan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa sebagai calon arsitek. Dengan adanya pengalaman lapangan ini, mahasiswa diharapkan lebih siap menghadapi tantangan dalam dunia profesional.





