{"id":479,"date":"2023-11-20T01:12:22","date_gmt":"2023-11-20T01:12:22","guid":{"rendered":"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/?p=479"},"modified":"2023-11-20T01:12:22","modified_gmt":"2023-11-20T01:12:22","slug":"keseruan-mahasiswa-teknik-arsitektur-uin-malang-di-acara-hut-iai-jatim-yang-ke-44","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/id\/keseruan-mahasiswa-teknik-arsitektur-uin-malang-di-acara-hut-iai-jatim-yang-ke-44\/","title":{"rendered":"Keseruan Mahasiswa Teknik Arsitektur UIN Malang di acara HUT IAI Jatim yang ke-44"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong>Keseruan Mahasiswa Teknik Arsitektur UIN Malang di acara HUT IAI Jatim yang ke-44<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kami segenap keluarga Teknik Arsitektur Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang mengucapkan selamat atas peringatan HUT ke-44 IAI Jatim. Memperingati HUT dari Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Timur yang ke-44 tahun, IAI Jatim mengadakan sebuah <em>exhibition event<\/em> yang diadakan di Kabupaten Ngawi yaitu, \u201c<strong>ARCHIFARMING | architextile: &#8220;Jalin-Ikat&#8221; | HUT 44 IAI Jatim<\/strong>\u201d. ARCHIFARMING, sebuah bentuk penghormatan dan apresiasi pada para petani, dengan cara memaknai kembali naungan pada aera persawahan sebagai tempat beristirahat, menjadi sesuatu yang lebih dari saat ini\u2026 (dikutip dari Instagram @iai_jawatimur).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai acara tahunan yang rutin diadakan oleh IAI Jatim, tentunya partisipasi dari mahasiswa Teknik Arsitektur UIN Malang tidak ingin ketinggalan dalam kegiatan yang bertajuk \u201cARCHIFARMING\u201d yang diadakan mulai dari tanggal 10 \u2013 12 November 2023 tersebut, \u201cKegiatan HUT IAI Jatim kemarin itu kita untuk hari Senin sampai hari Kamis itu memasang sebuah gubuk dari acara ARCHIFARMING itu sendiri. Lalu hari jumat sampai hari Minggu itu\u00a0 presentasi sama ada beberapa pameran dan workshop juga sih,\u201d Ujar Nazih, sebagai salah satu perwakilan mahasiswa UIN Malang yang mengikuti <em>event <\/em>HUT IAI Jatim yang ke-44.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-481 aligncenter\" src=\"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-2-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"662\" height=\"373\" srcset=\"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-2-300x169.jpg 300w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-2-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-2-768x432.jpg 768w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-2-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-2-18x10.jpg 18w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-2.jpg 1600w\" sizes=\"(max-width: 662px) 100vw, 662px\" \/><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center;\">Potret gubuk di tapak bersama dosen dan mahasiswa Teknik Arsitektur UIN Malang<\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKeseruannya sih kemarin hari Rabu malam itu baru kami baru sampai, waktu itu naik truk. Dari situ malemnya berhubungan langsung dengan panitia bertanya-tanya tentang tapaknya gimana dan dimana gitu ya, lalu jalan-jalan ke tapaknya, terus jalan-jalan di desa nyari penginapannya itu juga lama. Kami pihak mahasiswa dan tukang-tukang baru nemu penginapan sekitar jam 12 malam, agak lama nunggu dari setengah 10 karena menunggu pihak kepala desanya mengkonfirmasi soal penginapannya,\u201d Ujar Nazih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKarena desain gubuk kita bentuknya bulat itu jadinya gede banget, jadi kayak ada \u00a0<em>challenge<\/em> tersendiri buat masangnya itu. Parit di sawah itu kan gak ada 1 meter, bawanya itu sih yang susah bnaget. Sempet ada miskomunikasi juga dari kita dengan pihak panitia terkait pemasangan gubuknya, tapi untungnya bisa berjalan lancar,\u201d Sambung Ajeng.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-482\" src=\"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-3-e1700443108511-264x300.jpg\" alt=\"\" width=\"462\" height=\"525\" srcset=\"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-3-e1700443108511-264x300.jpg 264w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-3-e1700443108511-768x872.jpg 768w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-3-e1700443108511-11x12.jpg 11w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-3-e1700443108511.jpg 898w\" sizes=\"(max-width: 462px) 100vw, 462px\" \/><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center;\">Proses pemasangan gubuk di tapak bersama para tukang<\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSerunya lagi itu waktu pas sesi presentasi, ternyata dibantai banget pertanyannya dari pihak juri dan para mahasiswa kelompok lain gara-gara desain kita bentuknya bulet. Ditanya tentang konsep, lalu bagaimana cara pemasangannya. Padahal ekspektasi awal kita kayak gak bakal ditanya se- detail itu soalnya kelompok dari universitas lain itu tidak ditanya se-detail kita,\u201d Ujar Ajeng, sebagai salah satu presentor saat sesi presentasi desain.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-483\" src=\"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-4-e1700442981766-300x287.jpg\" alt=\"\" width=\"455\" height=\"435\" srcset=\"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-4-e1700442981766-300x287.jpg 300w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-4-e1700442981766-768x735.jpg 768w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-4-e1700442981766-13x12.jpg 13w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-4-e1700442981766.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 455px) 100vw, 455px\" \/><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center;\">Sesi presentasi desain gubuk dari mahasiswa Teknik Arsitektur UIN Malang<\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai salah satu kolaborator dalam acara HUT ke-44 IAI Jatim, para mahasiswa juga melakukan sebuah kegiatan mendesain sebuah naungan bagi para petani di sawah. \u201cKita itu membuat desain gubuk yang namanya sendiri itu \u201cLengkung Langit\u201d <em>tagline<\/em>-nya itu \u2018Wadah untuk hamparan padi di alam\u2019, jadi kita tuh terinspirasi awal dari awan sama padi. transformasi bentuk awan ke setengah lingkaran lalu ada kayak jerami padi, lalu baru kebentuk pola kombinasi bulat-bulatnnya itu. Dari Lengkung Langit ini pola lengkung yang terinspirasi dari langit baik di malam maupun siang hari. Desain ini dibuat agar para petani bisa beristirahat dengan nyaman, namun tetap bisa memperhatikan ladang pertanian mereka. Jadi selain memikirkan estetika dari desainnya, kita juga memikirkan bagaimana antropometrinya. Harapannya gazebo ini gak cuma sebagai naungan biasa tetapi juga bisa menjadi tempat bersantai yang nyaman bagi para petani. Untuk kapasitas gubuk ini tuh bisa muat sampai 5 orang,\u201d Ujar Ajeng.<\/p>\n<h6 style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-484\" src=\"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-5-212x300.jpg\" alt=\"\" width=\"433\" height=\"613\" srcset=\"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-5-212x300.jpg 212w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-5-724x1024.jpg 724w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-5-768x1086.jpg 768w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-5-1086x1536.jpg 1086w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-5-8x12.jpg 8w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-5.jpg 1131w\" sizes=\"(max-width: 433px) 100vw, 433px\" \/><\/h6>\n<h6 style=\"text-align: center;\">APREB desain gubuk dari mahasiswa Teknik Arsitektur UIN Malang<\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari kegiatan tersebut pasti banyak sekali pelajaran yang dapat diambil, selain dari pengalaman saat mengikuti acara tersebut. \u201cKalo dari desain sebuah naungan seperti gazebo sendiri itu kan sebuah bangunan pendukung, bisa diterapkan di desain DAI sebagai tambahan desain kita sih. Untuk DAI 4 kebetulan kita mendesain bangunan massa, bangunan massa kan mestinya terdiri dari beberapa bangunan, mungkin dengan kita nngebuat desain naungan seperti ini ngebantu juga supaya bisa jadi sebagai penghubung desain dari bangunan satu ke bangunan yang lain,\u201d Ujar Ajeng.<\/p>\n<p>\u201cKalau aku sendiri itu mungkin saat proses mendesain itu lebih bagaimana memikirkan kalau desainnya nanti di aplikasikan di dunia nyata. Jadinya tidak ber-<em>mindset<\/em> \u201cAh cuman matkul doang.\u201d Kita harus bisa belajar sih di DAI terutama bagaimana kalau semisal desainnya bisa diterapkan di lapangan bagaimana biar gak hanya bagus tetapi juga bisa mendatangkan manfaat. Sambung Nazih.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-485 aligncenter\" src=\"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-6-e1700443029524-256x300.jpg\" alt=\"\" width=\"437\" height=\"512\" srcset=\"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-6-e1700443029524-256x300.jpg 256w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-6-e1700443029524-873x1024.jpg 873w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-6-e1700443029524-768x901.jpg 768w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-6-e1700443029524-10x12.jpg 10w, https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IAI-6-e1700443029524.jpg 900w\" sizes=\"(max-width: 437px) 100vw, 437px\" \/><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center;\">Potret Bupati Ngawi saat mencoba gubuk dari Mahasiswa Teknik Arsitektur UIN Malang<\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentunya juga dari acara HUT IAI Jatim yang ke-44 ini pasti memiliki banyak pembelajaran yang berharga bagi kalangan mahasiswa, umum, maupun bagi para praktisi arsitek. \u201c Kesannya kemarin menyenangkan terus memberi banyak pembelajaran juga ke kita, apalagi bagi temen-temen yang pada turun ke lapangan pasti ngerasain ternyata se-susah itu buat masang dan lain-lain. Semoga aja gubuk yang kita buat berguna bagi masyarakat sekitar. Buat harapannya bagi IAI Jatim semoga menjadi lebih baik kedepannya, semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat sekitar lewat kegiatan berarsitektur,\u201c Ujar Ajeng.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSangat seru sih kemarin, juga memberi pengalaman yang sebelumnya belum pernah didapatkan juga. Harapannya gubuk yang kita buat itu bisa bertahan lama disana, mengingat cuaca di lokasi kemarin sangat panas dan semoga gubuk-gubuk itu bisa menjadi manfaat disana bagi para petani di sawah. Harapan untuk IAI Jatim kedepannya semoga bisa lebih baik, lebih terarah dan lebih meriah lagi dalam acara-acara yang akan diadakan kedepannya,\u201d Sambung Nazih.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keseruan Mahasiswa Teknik Arsitektur UIN Malang di acara HUT IAI Jatim yang ke-44 Kami segenap keluarga Teknik Arsitektur Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang mengucapkan selamat atas peringatan HUT ke-44 IAI Jatim. Memperingati HUT dari Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Timur yang ke-44 tahun, IAI Jatim mengadakan sebuah exhibition event yang diadakan di Kabupaten Ngawi yaitu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":480,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-479","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-akademik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=479"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/479\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/480"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arsitektur.uin-malang.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}