UIN Malang Sabet Dua Medali Emas Brazilian Jujitsu Open 2020 di Malaysia

UIN Malang Sabet Dua Medali Emas Brazilian Jujitsu Open 2020 di Malaysia

Dia adalah Ilma Yeni Megawati, mahasiswa Jurusan Teknik Arsitek, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Malang. Ia mengikuti ajang lomba Jujitsu Internasional tersebut pada Minggu, (23/2/2020) lalu.

Ia datang bersama rombongan berjumlah sembilan orang dari Indonesia. Yeni bergabung dalam dua kelas kategori perlombaan Jujitsu perempuan. Kelas pertama dari 58,6 – 65 Kg. Kelas kedua dari 64 – 69 Kg.

“Kategori perempuan usia dewasa dari umur 18-30 tahun. Alhamdulillah, dua-duanya saya dapat Medali Emas,” katanya kepada TIMES Indonesia.

Yeni menjelaskan, perjuangannya menjadi juara wahid harus dilalui dengan kegigihan dan tekad yang kuat. Sebelumnya, ia berhasil mengalahkan petarung dari Malaysia, Brazil, Brunei Darussalam, Irak, dan Indonesia sendiri.

Perempuan kelahiran Blitar itu mengaku untuk mengikuti lomba tingkat dunia ini, ia menyiapkan dengan matang. Sejak Januari, latihan fisik dan treatment lainnya dilakukan. Bahkan ia sempat tidak makan nasi selama tiga hari hanya demi menurunkan berat badannya.

Bergelut di cabang olahraga Jujutsi bagi Yeni bukanlah hal baru. Ia memang mempunyai keterarikan tersendiri pada cabor yang dapat dikatakan masih sedikit peminatnya di Indonesia.

“(Lomba) ini kesempatan saya buat menguji diri saya karena kemarin saya terikat sama negara. Saya merasa punya PR. Sebelumnya saya ikut ASIAN Games dan SEA Games. Tapi gagal. Bagi saya lomba kali ini bisa jadi wadah try out saya untuk mengacu adrenalin di lapangan bertemu dengan petarung antar negara,” ungkapnya.

Ia mengenang masa-masa latihan saat akan berjuang di SEA Games dan ASIAN Games. Ia harus melalui masa karantina yang cukup panjang di Jakarta. Setiap Senin hingga Sabtu, ia diwajibkan ikut latihan rutin 2-3 kali sehari.

Yeni bersukur bisa membawa nama baik Indonesia dan almamater kampus tercintanya. Ia berharap atlet Jujitsu di Indonesia, khususnya di UIN Malang mampu meningkatkan latihan dan ada kaderisasi yang berkelanjutan.

Sementara, Rektor UIN Malang Prof Dr H Abdul Haris memberikan apresiasi kepada Yeni karena telah membanggakan kampus dengan julukan Ulul Albab tersebut. Haris mengaku siap memberikan penghargaan kepadanya.

“Luar biasa. Selamat kepada Yeni. Kami bangga atas prestasi ini. Nanti akan ada apresiasi dan penghargaan dari kampus, sesuai dengan ketentuan yang telah diatur,” tegasnya.

Mahasiswi UIN Malang tersebut mengaku akan terus berlatih dan memaksimalkan mentalnya di Cabor Jujitsu di ajang Brazilian Jujitsu Open 2020 di Kuala Lumpur, Malaysia. Sehingga bisa menjadi kebanggaan keluarganya, negara dan kampus.