Paula Al Hidayah, mahasiswa Teknik Arsitektur angkatan 2023, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi Fakultas Sains dan Teknologi Periode 2025 Tahap 2. Pencapaian ini menjadi bukti nyata dedikasi dan kerja kerasnya dalam bidang akademik maupun non-akademik. Paula tidak hanya aktif dalam perkuliahan, tetapi juga berpartisipasi dalam berbagai kompetisi tingkat nasional. Ia berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Infografis sub-tema Arsitektur Berkelanjutan pada Kompetisi Ilmiah PTKIN se-Indonesia 2025. Selain itu, ia juga meraih Juara 2 pada Sayembara Sketsa ILDSC 2025. Tidak berhenti di situ, Paula kembali menambah prestasinya dengan Juara 3 dalam Mini Event Ekskursi Arsitektur UI 2025. Ia juga berhasil meraih Juara 3 pada Lomba Sketsa Vernakulines. Berbagai prestasi tersebut menunjukkan konsistensi Paula dalam mengembangkan kemampuan di bidang arsitektur. Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi. Ia membuktikan bahwa dengan tekad dan usaha, prestasi dapat diraih di tengah kesibukan perkuliahan. Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi bagi Paula untuk terus berkembang ke depannya.

Dalam wawancaranya, Paula mengungkapkan bahwa dirinya tidak memiliki strategi khusus dalam menjaga konsistensi prestasi akademik. Ia menekankan bahwa kunci utama terletak pada niat, ketekunan, serta tidak menunda pekerjaan. Paula juga menyadari pentingnya kemampuan dalam menentukan prioritas. Ia memilih dan memilah antara tugas kuliah, lomba, serta kegiatan kampus lainnya agar tetap seimbang. Untuk mengatur waktu, Paula mengaku membuat jadwal sederhana serta daftar tugas harian. Dengan cara tersebut, ia dapat mengetahui kapan harus fokus pada kuliah, organisasi, maupun istirahat. Saat menghadapi banyak deadline, ia akan mengutamakan pekerjaan yang paling penting terlebih dahulu. Metode ini terbukti efektif dalam menjaga produktivitasnya. Ia juga berusaha disiplin dalam menjalankan jadwal yang telah dibuat. Menurutnya, konsistensi kecil setiap hari dapat memberikan hasil yang besar. Kebiasaan sederhana ini menjadi salah satu faktor pendukung kesuksesannya. Paula pun menegaskan bahwa manajemen waktu adalah kunci penting bagi mahasiswa aktif.
Paula juga berbagi pengalaman mengenai tantangan terbesar yang ia hadapi selama perkuliahan. Ia menyebutkan bahwa momen paling sulit adalah ketika banyak deadline datang secara bersamaan, terutama pada mata kuliah studio. Untuk mengatasinya, Paula mencoba mencicil pekerjaan sejak awal dan membuat timeline agar lebih terstruktur. Meski terkadang tidak selalu berjalan sesuai rencana, ia tetap berusaha menyelesaikan tugas dengan maksimal. Dukungan dari keluarga dan teman menjadi faktor penting dalam melewati masa-masa sulit tersebut. Motivasi terbesar Paula adalah keinginannya untuk terus mengembangkan bakat dan memberikan hasil terbaik. Ia juga menjaga semangat dengan dukungan dari orang-orang terdekatnya. Paula menekankan pentingnya menjaga motivasi agar tetap stabil dalam jangka panjang. Sebagai penutup, ia memberikan pesan kepada mahasiswa arsitektur agar tidak mudah menyerah. Ia mengingatkan bahwa proses dalam arsitektur memang tidak mudah dan membutuhkan ketekunan. Paula juga mengajak mahasiswa untuk menikmati setiap proses, terbuka terhadap kritik, serta berani mencoba hal-hal baru. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kesibukan akademik.





